Jakarta, Laznas Al-Irsyad—“Ramadhan tahun ini kita jadikan sebagai titik tolak kebangkitan Al-Irsyad.” Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua Majelis Sosial dan Ekonomi Ormas Al-Irsyad Al-Islamiyah Ir. Syarief Baasir ketika membuka rapat kerja secara daring Laznas Al-Irsyad,  Jumat (18/2).

            Raker yang diikuti oleh pengurus cabang Laznas Al-Irsyad dari beberapa daerah khususnya di Pulau Jawa itu dimaksudkan untuk memperkuat ikatan dalam mengembangkan dan membesarkan Laznas. Syarief memberikan dorongan agar para amil yang tergabung dalam Laznas ini memiliki semangat yang tinggi untuk melakukan pelayanan kepada umat Islam.

            “Penghimpunan zakat, infak, shadaqah, dan lainnya melalui lembaga kita masih memiliki potensi yang sangat besar, mengingat secara nasional total pengumpulan dana tersebut masih kurang dari Rp 10 triliun dari potensi Rp 32 triliun,” ujarnya.

            Oleh karena itu, ia mengajak amil Laznas Al-Irsyad agar menjawab tantangan tersebut dengan melakukan upaya terbaik dalam menghimpun dana-dana zakat, infaq, shadaqah, dan lainnya. Menurutnya, penghimpunan dana umat akan semakin besar jika ditunjang oleh program-program yang terencana makin banyak dan beragam.

            “Namun, sebanyak dan sehebat program tersebut, jika tak didukung oleh penyebaran informasi yang intens dan terus menerus dilakukan, itu tak akan diketahui oleh masyarakat, sehingga dana yang terkumpul tidak sesuai dengan yang kita targetkan,” tandasnya.

            Selain menyinggung masalah program dan penyebaran informasi tentang aktivitas Laznas, Syarief juga mengingatkan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam mengelola dana yang terhimpun dari masyarakat. Ia memberikan satu pengalaman bagaimana dengan bekal dua unsur itu membuatnya pernah dititipkan dana sekira setengah miliar dari pengusaha non-Muslim untuk program pengadaan tempat tinggal layak huni bagi korban gempa di Lombok, NTB.*