Perang Yaman sejak Maret 2015 telah melahirkan penderitaan panjang bagi warganya. Sebelum perang, Yaman sudah menjadi negara termiskin di Timur Tengah di antara 22 negara.

Mereka kehilangan pekerjaan, pendidikan, rumah tempat tinggal, hingga kesulitan makanan, air bersih, bahan bakar, listrik, layanan kesehatan, pendidikan dan sebagainya.

Akhir tahun ini Yaman telah memasuki fase musim dingin. Warga Yaman, termasuk anak-anak dan orang tua tidak memiliki persiapan untuk menghadapi musim dingin. Selain perang, ancaman juga datang dari rendahnya suhu musim dingin yang mematikan.

Suhu terhangat di Kota Sana’a yang bisa dirasakan di siang hari yaitu 23 derajat Celcius, suhu kemudian akan semakin turun menuju malam hari sekitar 10 derajat.

Keterbatasan ekonomi membuat keadaan mereka semakin mengkhawatirkan. Mereka tinggal di tenda-tenda yang sangat sederhana dengan peralatan rumah seadanya. Tidak ada ada perlengkapan khusus bagi mereka untuk menghadapi hembusan udara dingin di malam hari.

Saat ini Laznas Al-Irsyad sudah mulai menyalurkan donasi untuk membantu Yaman dalam menghadapi musim dingin dalam bentuk paket untuk keluarga yang meliputi selimut, baju hangat dan kebutuhan penunjang lainnya.

“Kami berharap selimut ini bisa membantu warga Yaman mengahapi ancaman suhu dingin yang ekstrem”, tutur Ketua Program Yaman, Ustadz Toriq Bajri. Beliau juga mengajak untuk terus membantu Yaman sampai musim dingin berakhir.

Mari terus bantu salurkan selimut untuk hangatkan hati dan tubuh saudara kita di Yaman.

Transfer donasi
Bank Syariah Mandiri
a.n. Laznas Al Irsyad Yaman
712 577 5122

Atau melalui Kitabisa https://kitabisa.com/campaign/selimutyaman

Informasi : 0811 2829 289