Bandung, Laznas Al-Irsyad–Laznas Al-Irsyad Al-Islamiyyah menjalin kerjasama dengan Laziswaf Al-Hilal. Menurut Direktur Laznas Al-Irsyad, Efri S. Bahri, kerjasama ini penting dilakukan untuk mengoptimalkan layanan kepada mustahiq.

“Berbagai program yang dikerjasaman dengan Laziswaf Al-Hilal terutama terkait dengan distribusi Wakaf Qur’an dan Pendidikan Guru Taman Pendidikan Al-Qur’an (PG TPQ),” kata Efri saat berkunjung ke kantor secretariat Laziswaf Al-Hilal di Bandung, akhir Januari lalu.

Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Direktur Laziswaf Al-Hilal Iwan Setiawan.

Distribusi Wakaf Qur’an dan PGTPQ diharapkan dapat menjadi solusi terhadap permasalahan buta aksara Al-Qur’an yang terjadi pada umat Islam, sebagaimana dikutip https://republika.co.id/berita/r63cqp484/waketum-dmi-sebut-65-persen-umat-islam-indonesia-buta-huruf-alquran dimana Wakil Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) , Komjen (Purn) Syafruddin, mengungkapkan hasil riset yang dilakukan oleh DMI, sekira 65 persen umat Islam Indonesia tak bisa membaca Al-Qur’an.

“Padahal, orang yang membaca Al-Qur’an akan mendapatkan syafaat (pertolongan) pada hari Kiamat,” ujar Efri, seraya mengutip satu hadits Rasulullah saw, ”Bacalah al-Qur’an, sesungguhnya ia akan datang pada hari Kiamat nanti memberi syafaat bagi orang yang membacanya.” (HR Muslim).

Program kerjasama lainnya, sambung Efri, adalah berkaitan dengan program Sumur Wakaf khususnya untuk pesantren-pesantren dan masjid/mushollah. Diharapkan, program Sumur Wakaf dapat meningkatkan ketersediaan air bersih bagi anak-anak, terutama yang sedang menuntut ilmu di pesantren.*