Yaman merupakan negara yang mengalami konflik berkepanjangan selama lima tahun sejak 2015. Situasi ini mengakibatkan sistem kesehatan rusak dan 80 persen penduduk membutuhkan bantuan. Bahkan PBB menyebut Yaman sebagai negara dengan krisis kemanusiaan terburuk.

Kondisi saat ini masih banyak warga Yaman yang tak memiliki akses terhadap air bersih. Menurut UNICEF, hampir 18 juta orang termasuk 9,2 juta anak tidak mendapatkan akses terhadap air bersih.

Laznas Al-Irsyad alhamdulillah konsisten membantu Yaman. Saat ini kami telah menyalurkan bantuan distribusi air bersih ke 3 desa di Provinsi Taiz. Untuk jangka panjang, proses pembuatan sumur arthesis sudah mencapai 80% sehingga insyaAllah bisa segera dimanfaatkan.

Selain dari krisis air bersih, konflik juga berdampak pada ekonomi Yaman yang mengakibatkan Yaman mengalami krisis pangan. Harga makanan meroket, jumlah pengangguran meningkat sehingga makanan pokok tidak terjangkau bagi banyak penduduk Yaman. Harga pangan yang tinggi akhirnya memaksa penduduk Yaman mengatur strategi agar tetap bisa makan. Mereka beralih ke makanan yang lebih murah.

Dengan krisis pangan yang terjadi, saat ini Laznas Al-Irsyad telah membangun pabrik roti yang hasilnya dibagikan gratis untuk keluarga terdampak konflik Yaman di Hodeidah.

Yaman saat ini masih diselimuti kecemasan. Ramadhan segera menjelang. InsyaAllah Laznas Al-Irsyad akan kembali berupaya membantu saudara-saudara teraniaya di Yaman dengan membagikan paket sembako sehingga diharapkan bisa sedikit meringankan kesulitan yang dihadapi.

InsyaAllah, dengan karunia Allah SWT juga usaha dan donasi dari sahabat sekalian, kita bisa melanjutkan amal mulia ini, meringankan beban dan mendatangkan kebahagiaan bagi saudara muslim di Yaman.

Mari terus ulurkan tangan sampaikan kepedulian untuk saudara kita yang menderita terjebak dampak perang.
⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀
Layanan transfer donasi
Bank Syariah Mandiri
a.n. Laznas Al Irsyad Yaman
712 577 5122 (kode bank 451)
⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀
Informasi : 0811 2829 289

BAGIKAN
Berita sebelumyaBersama Al-Irsyad Lawan Covid-19