Hidup ini sejatinya dilatih untuk belajar. Belajar menerima kondisi yang diberikan-Nya dan mensyukuri apa yang didapatkan atas ikhtiar yang telah dilaluinya.

Adalah Suhaidi (22 tahun). Hidup sebatang kara sejak masih. Ayahnya telah meninggal dunia ketika ia menginjak usia sekitar 4 tahun. Sementara ibunya sudah menikah lagi dan sudah tidak tinggal bersama. Demi memenuhi kebutuhannya sehari-hari, ia harus bekerja sebagai penjaga Vila.

Saat tim Laznas Al Irsyad melakukan monev Program Bale Bangkit Mandiri di Dusun Teluk Dalam, Kec. Tanjung, remaja tersebut sedang merapihkan rumahnya yang merupakan Program Bale Bangkit Mandiri . “Terimakasih atas bantuannya.” Ujar remaja tersebut. Ia lalu menceritakan, beberapa hari terakhir ia rela ijin kerja demi membantu menyelesaikan tempat tinggal yang baru.

Inilah sekelumit kisah dari salah satu penerima manfaat program bale bangkit mandiri. Bersama bantu mereka untuk kembali bangkit.
Masih banyak warga yang membutuhkan uluran tangan kita di Lombok.